Paling Populer

Warga TUBAN Sweeping truck Tangki Pengangkut Minyak

Truck Tangki BBM (bahan bakar minyak) selalu menjadi andalan pemerintah dalam mendistribusikan minyak hingga ke pelosok negeri sampai ke tempat yang terjauh sekalipun. Rakyat kecil yang masih menggunakan minya gas sangat bergantung pada truck tangki BBM ini. Biasanya kebanyakan dari truck tersebut memuat bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan industri. Truck tangki yang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) diharapkan selalu bisa beroperasi dengan baik dan sanggup mendistribusikan BBM tepat waktu. Bila terjadi penundaan maka bisa dipastikan masyarakat yang akan menaggung dampaknya.

Warga TUBAN dari desa Remen dan Tasikharjo Tuban Jawatimur rabu sore (07-03-2012) menghentikan berbagai mobil tangki milik pertamina yang mengangkut BBM. Puluhan orang yang berasal dari desa tersebut melakukan sweeping dengan tujuan untuk menekan pihak perusahaan yang memiliki lokasi di desa mereka. Cara seperti ini selalu dilakukan bilamana warga desa sekitar merasa tidak dipakai jasanya ataupun jika kebanyakan diantara mereka menganggur. Perusahaan biasanya akan mengambil tenaga dari lokasi sekitar sekitar 50%. Namun entah apa yang terjadi tiba-tiba warga dari kedua desa tersebut secara paksa menghentikan mobil-mobil pengangkut BBM milik pertamina tersebut.

Bisa dimengerti bila kontribusi perusahaan terhadap desa mereka sangat minim atau karena pertamina tidak menggunakan jasa mereka yang menyebabkan kondisi kesejahteraan desa menjadi tidak merata. Apa yang dilakukan warga dari kedua desa tersebut seharusnya menjadi cerminan untuk banyak pihak. Semua orang juga tahu apa yang dilakukan warga kedua desa tersebut adalah kurang tepat namun ada baiknya ditelusuri mengapa mereka melakukan itu. Kita tidak bisa hanya menyalahkan begitu saja. Ada baiknya kita lihat mengapa mereka nekat menghentikan mobil yang mengangkut pasokan BBM.

Setelah dianalisa, Warga kedua desa tersebut menuntut perusahaan untuk mempekerjakan mereka sebagai sopir. Ini karena mereka melihat perusahaan cenderung menggunakn tenaga dari luar daerah mereka. Harap diketahui bahwa lokasi tempat pengambilan BBm tersebut termasuk dalam wilayah desa mereka. Apa yang dilakukan kedua warga desa tersebut dengan menghentikan paksa mobil pengangkut BBM dan menyuruh para sopir dan kenek-nya turun dari mobil untuk menunjukkan kartu identitas mereka. Bilamana mereka menjumpai bahwa sang sopir atau kenek adalah warga dari luar wilayah tersebut maka meraka akan dipaksa untuk meninggalkan mobil mereka ditempat tersebut. Hal ini tentu sangatlah efektif untuk menekan perusahaan namun harap diingat, apa yang dilakukan kedua warga desa ini bisa dikategorikan kurang tepat. Melihat fakta yang terjadi dilapangan, bisa saja kenekatan warga desa tersebut dipicu karena tuntutan mereka yang tak kunjung dipenuhi untuk menjadi tenaga kerja pada perusahaan.

Rabu sore, warga desa Remen dan Tasikharjo telah menghentikan paksa mobil-mobil pertamina yang mengangkut BBM agar tuntutan mereka untuk menjadi tenaga kerja diperusahaan tersebut dipenuhi. Sopir dan kenek dipaksa turun dari mobil dan diharuskan menunjukkan kartu tanda pengenal mereka. Bilamana mereka bukan warga kedua desa tersebut, mereka dipaksa meninggalkan mobil mereka ditempat tersebut. Aksi sweeping semacam ini marak dilakukan warga jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. (Arick)

Tentang Moch Rifai

Moch Rifai adalah seorang blogger yang berasal dari kota Tuban Jawa Timur. Cita-citanya untuk memperkenalkan hal-hal menarik yang ada di kota kelahirannya adalah alasan utama terciptanya blog ini.

Baca juga

Bundaran di pertigaan Pakah

SPBU di TUBAN Mengalami Kelangkaan BBM

Warga TUBAN beberapa saat yang lalu merasakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat dari pasokan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *