Sebuah Suara Mengguncang kota Tuban dengan keras

Senin pagi bom yang diduga hasil rakitan meledak di dusun kulup kota desa/kecamatan bangilan kabupaten Tuban. Pemilik rumah, Abdul Ghofur dan istrinya langsung dilarikan kerumah sakit akibat luka yang diakibatkan bom yang meledak tadi. Bom yang diindikasikan memiliki daya ledak middle explosive atau berdaya ledak sedang ini telah menghancurkan berbagai peraboitan dan mersuak dinding rumah pasangan suami istri tersebut. Diperkirakan bom yang meledak senin pagi tersebut merupakan bom dengan teknik perakitan yang cukup baik namun belum begitu optimal. Suara dari ledakan tersebut sangat keras hingga beberapa ratus meter dari tempat kejadian namun hasil ledakannya tergolong tidak terlalu kuat meski telah menghancurkan banyak perabotan. Ada spekulasi bila Bom rakitan tersebut hanyalah sejenis peledak ringan yang dibuat sangat besar. Ada juga yang mengatakan bila bom tersebut merupakan milik orang lain yang dititipkan dirumah tersebut. Berbagai spekulasi tersebut menunjukkan bahwa warga sangat antusias menyikapi berita ledakan bom rakitan tersebut.

Warga Kota Tuban merupakan individu yang bisa digolongkan Agamis. Kemenangan telak yang didapatkan oleh seorang pasangan bupati pada pemilihan pemimpin kabupaten Tuban untuk lima tahun kedepan bisa menjadi sebuah alasan. Demikian adalah komentar sekelompok warga yang menyikapi dari pandangan politik. Apalagi pemimpin Kota Tuban saat ini yang sangat agamis. Kemungkinan ada yang berusaha membuat kota tuban menjadi sasaran teror. Namun kebanyakan warga hanya berpikir bila Bom Rakitan yang meledak senin pagi tersebut merupakan bom sederhana yang mudah dibuat oleh banyak orang. Seperti yang diketahui, seseorang bisa membuat benda yang bisa dikategorikan ‘BOM RAKITA’N’ hanya dengan membuat bahan peledak untuk mencari ikan. Mencari ikan dengan peledak sudah tidak diperbolehkan lagi karena merusak terumbu karang dan juga bisa mencederai pelakunya. Ini adalah pemikiran warga Kota Tuban. Hanya sebagian kecil yang berpikir ini adalah tindakan terorisme. Apalagi bila disertai argumen, mana mungkin pelaku terorisme meledakkan bom dirumahnya sendiri. Atau bila dipikirkan lebih lanjut, saat kita berpikir bila pelakunya menitipkan bom tersebut untuk diledakkan di tempat lain, kecil kemungkinan bom tersebut meledak sebelum waktunya karena biasanya pelaku teroris sangat hati-hati.

dari kesimpulan diatas bisa dikategorikan bahwa warga kota tuban berpikir bila kejadian ini hanyalah akibat pembuatan bom rakitan sederhana yang tidak bermaksud untuk tujuan terosrisme. Apapun alasan pembuatan bom tersebut, sepertinya motif teror masih jauh dari pemikiran warga tuban. Apalagi ada satu hal yang harus diingat oleh semua orang. Warga tuban adalah individu yang siap berjuang. Sejak kepemimpinan Ronggolawe di masa lalu, warga kota Tuban terkenal sebagai pejuang yang sangat aktif melawan penjajahan. Kalau benar ini sebuah teror, maka warga tuban akan kembali lagi berjuang menumpasnya, sama seperti saat penjajah ingin menguasai bumi ronggolawe. Warga Kota Tuban akan bersatu menghilangkan bentuk-bentuk yang bisa merusak sendi-sendi persatuan dan kemakmuran. (Mochammad RIfai).

Moch Rifai

Moch Rifai adalah seorang blogger yang berasal dari kota Tuban Jawa Timur. Cita-citanya untuk memperkenalkan hal-hal menarik yang ada di kota kelahirannya adalah alasan utama terciptanya blog ini.

Artikel Terkait

2 thoughts on “Sebuah Suara Mengguncang kota Tuban dengan keras”

  1. IKI RIFA’I KONCOKU BIYEN SMAN 1 RENGEL KAE YO? OMAHMU PAKAH?
    AKU ARIF SOKO, KANCANE SUJIAT, ROKIM, GUNARDI, SUSANTO, ENDIK, DLL.
    KUNJUNGI BLOG-KU BANG, IKI ALAMATE NGURUAN.BLOGSPOT.COM

    1. Nggih lerez. Niki Rifai yang dimaksud. 😀
      Btw, Q agak sedikit lupa tapi nama-nama itu q masih ingat semuanya. Mungkin dengan Foto Q bisa langsung ngerti orangnya. kalau tidak salah, yang ada diingatanku saat ini Arif orangnya tinggi. 😀
      semoga tidak salah. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda menggunakan Adblock? :(

Kami berharap anda bersedia menonaktifkan Adblock saat mengunjungi website ini.