Ciri Khas warga Masyarakat Kota Tuban

DSC05668Warga masyarakat Kota Tuban mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan yang lain. Setiap keunikan yang ada membuat setiap hal menjadi kian beragam. Sebagai warga masyarakat kota Tuban, tentu saja hal-hal yang berbeda sangat mudah untuk diketahui. Ada beberapa ciri khas masyarakat Kota Tuban yang sangat terkenal hingga ke pelosok negeri. Hal yang unik tersebut melekat hingga kini dan mudah dijumpai setiap saat. Untuk lebih jelasnya tentang ciri khas apa saja yang paling menonjol, berikut ini merupakan ciri khas tersebut yang dirangkum dalam tata bahasa yang eksklusif persembahan untuk tanah kelahiran tercinta.

  1. Warga masyarakat kota Tuban terbiasa hidup bergotong-royong dalam berbagai aktivitas. Pernahkah anda jumpai masyarakat warga kota Tuban saling membantu saat tetangga mereka sedang memperbaiki rumah? Hal itu adalah pemandangan yang biasa terlihat. Saling bahu membahu dalam berbagai kegiatan termasuk aktivitas sosial merupakan hal biasa yang sudah lazim terlihat. Kebiasaan untuk saling tolong-menolong telah merasuk dalam jiwa masyarakat Kota Tuban dan menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membedakan warga kota ini dengan kota lainnya. Dalam setiap acara sosial, warga masyarakat Kota Tuban tidak perlu diundang. Saat mereka melihat atau mendengar tetangga mereka akan punya hajat atau yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama “Duwe Gawe”, maka para tetangga tanpa di komando akan langsung berdatangan. Mereka saling membantu tanpa pamrih. Sejak zaman dahulu kala ketika Kota Tuban masih berupa Kerajaan, masyarakat kota Tuban telah terbiasa hidup dalam tatanan masyarakat yang penuh dengan jiwa sosial. Sifat turun temurun tersebut masih tercermin hingga kini. Sebuah sikap yang menjadikan warga Masyarakat Kota Tuban menjadi luar biasa bermutu. Orang tuaku yang juga warga Kota Tuban selalu berkata “Lebih penting memiliki jiwa yang baik daripada pandai tapi sama sekali tidak punya hati”. Sebuah petuah yang diajarkan para orang tua warga masyarakat Kota Tuban.
  2. Warga Masyarakat Kota Tuban adalah Pekerja Keras. Dengan keterbatasan ekonomi, warga Kota Tuban pantang untuk menyerah. Segala cara yang halal ditempuh untuk tetap melanjutkan hidup. Mayoritas warga Kota Tuban bukanlah orang yang mampu dalam standar finansial pada umumnya namun mereka tetap semangat dalam menjalani hidup. Petani yang bekerja di sawah untuk menghidupi anak istrinya sama sekali tak mengeluh meski keadaan ekonomi cenderung membuat mereka hidup serba pas-pasan. Nelayan yang melaut mencari ikan pantang pulang sebelum hasil ada di tangan. Sikap pekerja keras warga masyarakat Kota Tuban merupakan warisan leluhur yang masih tercermin hingga kini.
  3. Warga Masyarakat Kota Tuban adalah pejuang pemberani. Kala penjajahan mencengkeram erat bumi pertiwi, warga masyarakat Kota Tuban tak pernah surut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Mereka lebih baik gugur daripada hidup terjajah. Sikap pemberani ini telah terlihat sejak masa kepemimpinan Adipati Ronggolawe di Kerajaan Majapahit. Warga masyarakat Kota Tuban selalu siap berjuang saat diperlukan. Mereka selalu ingat pesan para leluhur mereka yang telah berjuang lebih dulu dalam mempertahankan kemerdekaan. “Selalu siap demi kebenaran” adalah moto warga masyarakat Kota Tuban yang tak pernah tertuliskan namun terpatri dalam tiap sanubari.

Tiga ciri khas yang paling menonjol tersebut merupakan warisan nenek moyang yang telah ada sejak zaman dulu. Kini tinggal bagaimana penerus daerah memutuskan untuk tetap menjaga nilai luhur yang selalu dijaga leluhur atau bersikap sebaliknya.

Label

Moch Rifai

Moch Rifai adalah seorang blogger yang berasal dari kota Tuban Jawa Timur. Cita-citanya untuk memperkenalkan hal-hal menarik yang ada di kota kelahirannya adalah alasan utama terciptanya blog ini.

Artikel Terkait

9 thoughts on “Ciri Khas warga Masyarakat Kota Tuban”

  1. wah dadi kangen jaman disik urip no kampung tercinta,prunggahan kulon,opo2 serba guyup rukun,kerja bakti,jaga siskamling,rewang sing duwe gawe,

    1. Hal yang anda sampaikan kemungkinan saat ini masih terjaga dengan rapi. Adat Istiadat dan tata krama di wilayah Tuban umumnya pedesaan masih cukup terjaga.
      Sumonggo panjenegan mamapir ten wilayah tuban malih. 🙂
      Matur suwun komentaripun.

    1. Warga Kota Tubanpada dasarny sama saja dengan warga lainnya. Yang membedakan adalah kultur kebudayaan asli dan topografi yang membentuk karakter penduduk yang seperti kita ketahui saat ini. 🙂
      Sukses selalu untuk warga Kota Lumajang.

  2. Ku ingin tuban tetap seperti dulu, menjadi tempat yang asri bagi setiap orang yang singgah dan tinggal di wilayah yang dikenal sejuk sejak tempo dulu.

  3. Maaf sebaiknya Warga Tuban aja,kok warga kota tuban,itu brarti cuma orang yang tingal di kota tuban aja,ga seluruh masyarakat tuban dong

    1. Kami sependapat dengan mbak Qisha. Namun penfasiran ‘Warga Kota Tuban’ tersebut menurut etimologi bisa berarti seluruh warga Tuban. Kami memandang setiap warga negara Indonesia yang berdomisili dan terdaftar di permerintahan kota tuban sebagai warga Tuban, meskipun mereka tidak tinggal di area perkotaan. Meski begitu, kami akan mengubah tulisan diatas sesuai saran anda jika para pembaca merasa hal itu perlu dilakukan. Terima kasih atas opininya. 🙂

  4. Tuban nggak ada matinya.
    Jaya selamanya dengan berbagai pesonanya yang nggak akan pernah padam meski modernisasi melanda, Bumi Ronggolawe akan tetap tegak bersama dengan kudanya diiringi para wali-walinya.
    Matursuwun dulur sudah berkenan memperkenalkan Bumi Ronggolawe ke seluruh dunia meskipun belum mendunia hehe. Mari wujudkan Bumi Ronggolawe menjadi kota terbaik dari yang terbaik. Tebarkan semangat Ronggolawe selanjutnya dan tumbuhkan Ronggolawe-Ronggolawe yang tidak pernah padam semangatnya. Yoyoyoyo.. jaya Bumi Wali, mengudara Bumi Ronggolawe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda menggunakan Adblock? :(

Kami berharap anda bersedia menonaktifkan Adblock saat mengunjungi website ini.